Cerita
Waktu PLS
“Pelajaran
Luar Sekolah”
Saya
akan menceritakan pengalaman saya saat PLS. Ada 3 tempat yang saya kunjungi
yaitu PT.Sritex, Sangiran dan Solo Squre. Saya akan menceritakan saat saya
berada di Museum Manusia Purba Sangiran. Kenapa saya memilih topik ini
disebabkan kita sangat lama berada di Sangiran. Bapak-pemandunya sangat detail
dalam menyampaikan asal usul manusia purba yang ada disini.
Ada beberapa bagian dalam Museum Manusia Purba
Sangiran. Ada tempat untuk melihat perkembangan manusia purba dari zaman
terdahulu sampai pada zaman modern ini. Tempat ini seperti bioskop. Namun,
rombongan PLS SMAN 2 Magelang tidak bisa melihat tayangan tersebut disebabkan
kita sudah terlalu sore sampai disana. Hingga pada akhirnya kita dibawa masuk dalam
museum tersebut untuk melihat isi dalam ruangan itu. Bapak pemandu mulai
menjelakan satu persatu makhluk hidup purba. Mulai darimikroorganisme purba,
tumbuhan purba, hewan purba dan manusia purba. Menurutku itu sangat menarikuntk
didengarkan.
Tempat
pertama kita masuki adalah tempat dari mikroorganisme purba, hewan purba, dan
tumbuhan purba. Yang saya dengar dan ketahui bahwa disana ada gajah yang sudah
berumur ratusan bahkan ribuan tahun yang lalu. Tulang – tulang pada hewan yang
dahulu sangat keras dan awet sampai sekarang.
Sangiran
ini Situs Warisan Dunia UNESCO yang terletak di Indonesia lebih tepatnya berada
di daerah Jawa Tengah dan secara administratif, kawasan Sangiran terbagi
menjadi 2. Pertama berada di Kabupaten Sragen, Kecamatan Gemolong, Kecamatan
Kalijambe dan Plupuh. Yang kedua berada di Kabupaten Karanganyar, Kecamatan
Gondangrejo.
Berikut
sejarah eksplorasi Sangiran Situs Warisan Dunia UNESCO :
Ø 1883.
Situs Sangiran pertama kali ditemukan oleh P.E.C Schemulling. Ketika aktif
melakukan eksplorasi pada akhir abad ke-19, Eugene Dubois juga pernah meneliti
disini, namun tidak begitu intensif kemudian ia memusatkan di Kawasan Tinil
Ngawi Jawa Timur
Ø 1934.
Ahli antropologi Gustav Heinrich Ralph von Koeningwald mulai penelitian di area
tersebut. Saat itu perdagangan fosil
mulai ramai akibat penemuan tengkorak dan tulang paha Pithecantropus
Erectus oleh Eugene Dubois di Trinil, Ngawi, Jawa Timur pada tahun 1891. Pada
tahun – tahun berikutnya hasil penggalian menemukan berbagai fodil Homo Erectus
atau hominid lainnya dengan variasi yang besar, termasuk seri Meganthropus
Paleojavanicus. Selain fosil manusia purba ada pula berbagai fosil tulang –
belulang hewan bertulang belakang.
Ø 1977.
Pemerintah Indonesia ditunjuk seluas 52 km2 di sekitar Sangiran sebagai cagar
budaya.
Ø 1988.
Sebuah situs museum dan konversi laboratorium lokal sederhana didirikan di
Sangiran
Ø 1996.
UNESCO mendaftarkan Sangiran sebagai Warisan Budaya Dunia di Daftar Warisan
Dunia sebagai Sangiran Early Man Site.
Ø 2011.
Museum saat ini dan pusat pengunjung dibuka oelh menteri Pendidikan dan
Kebudayaan pada tanggal 15 Desember.
Ø 2012.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengunjungi museum pada bulan Februari dengan
didampingi 11 menteri kabinet.
Sangiran selam dekade sebelum modern yang berfungsi
dengan baik sebagai museum dan dibuka pada Desember 2011. Gedung baru sebuah
museum modern, berisi tiga ruangan utama dengan menampilkan luas dan diorama
mengesankan daerag Sangiran yang diyakini sekitar 1 juta tahun yang lalu.
Beberapa pusat lainnya berada di bawah konstruksi serta awal 2013 sehingga pada
2014 diharapkan akan ada empat pusat yang berada di tempat berbeda dalam
keseluruhan sirus Sangiran. Empat pusat direncanakan adalah :
·
Krikilan : situs yang ada dengan pusat
pengunjung utama dan museum
·
Ngebung : Mengandung sejarah penemuan
situs Sangiran.
·
Bukuran : Untuk memberikan informasi
tentang pemenuan fosil manusia
prasejarah di Sangiran
·
Dayu : Untuk menyajikan informasi
tentang penelitian terbaru.
Museum saat ini terbagi
menjadi tiga ruangan utama. Berikut ruangannya :
1. Berisi
sejumlah diorama yang memberikan informasi tentang manusia purba dan hewan yang
ada disitus Sangiran sekitar 1 juta tahun yang lalu.
2. Ruangini
lebih luas menyajikan banyak bahan rinci tentang berbagai fosil yang ditemukan
di Sangiran dan tentang sejarah eksplorasi disitus.
3. Dalam
presentasi yang mengesankan terpisah, berisi diorama besar yang memberikan
pandangan seluruh wilayah Sangiran
Akan lebih baik jika laporan ini disertai foto pendukung. Coba pelajari bagaimana menuliskan PT. Sritex!
BalasHapus