Kamis, 31 Maret 2016


Cerita Waktu PLS
“Pelajaran Luar Sekolah”

Saya akan menceritakan pengalaman saya saat PLS. Ada 3 tempat yang saya kunjungi yaitu PT.Sritex, Sangiran dan Solo Squre. Saya akan menceritakan saat saya berada di Museum Manusia Purba Sangiran. Kenapa saya memilih topik ini disebabkan kita sangat lama berada di Sangiran. Bapak-pemandunya sangat detail dalam menyampaikan asal usul manusia purba yang ada disini.
 Ada beberapa bagian dalam Museum Manusia Purba Sangiran. Ada tempat untuk melihat perkembangan manusia purba dari zaman terdahulu sampai pada zaman modern ini. Tempat ini seperti bioskop. Namun, rombongan PLS SMAN 2 Magelang tidak bisa melihat tayangan tersebut disebabkan kita sudah terlalu sore sampai disana. Hingga pada akhirnya kita dibawa masuk dalam museum tersebut untuk melihat isi dalam ruangan itu. Bapak pemandu mulai menjelakan satu persatu makhluk hidup purba. Mulai darimikroorganisme purba, tumbuhan purba, hewan purba dan manusia purba. Menurutku itu sangat menarikuntk didengarkan.
Tempat pertama kita masuki adalah tempat dari mikroorganisme purba, hewan purba, dan tumbuhan purba. Yang saya dengar dan ketahui bahwa disana ada gajah yang sudah berumur ratusan bahkan ribuan tahun yang lalu. Tulang – tulang pada hewan yang dahulu sangat keras dan awet sampai sekarang.
Sangiran ini Situs Warisan Dunia UNESCO yang terletak di Indonesia lebih tepatnya berada di daerah Jawa Tengah dan secara administratif, kawasan Sangiran terbagi menjadi 2. Pertama berada di Kabupaten Sragen, Kecamatan Gemolong, Kecamatan Kalijambe dan Plupuh. Yang kedua berada di Kabupaten Karanganyar, Kecamatan Gondangrejo.
Berikut sejarah eksplorasi Sangiran Situs Warisan Dunia UNESCO :
Ø 1883. Situs Sangiran pertama kali ditemukan oleh P.E.C Schemulling. Ketika aktif melakukan eksplorasi pada akhir abad ke-19, Eugene Dubois juga pernah meneliti disini, namun tidak begitu intensif kemudian ia memusatkan di Kawasan Tinil Ngawi Jawa Timur
Ø 1934. Ahli antropologi Gustav Heinrich Ralph von Koeningwald mulai penelitian di area tersebut. Saat itu perdagangan fosil  mulai ramai akibat penemuan tengkorak dan tulang paha Pithecantropus Erectus oleh Eugene Dubois di Trinil, Ngawi, Jawa Timur pada tahun 1891. Pada tahun – tahun berikutnya hasil penggalian menemukan berbagai fodil Homo Erectus atau hominid lainnya dengan variasi yang besar, termasuk seri Meganthropus Paleojavanicus. Selain fosil manusia purba ada pula berbagai fosil tulang – belulang hewan bertulang belakang.
Ø 1977. Pemerintah Indonesia ditunjuk seluas 52 km2 di sekitar Sangiran sebagai cagar budaya.
Ø 1988. Sebuah situs museum dan konversi laboratorium lokal sederhana didirikan di Sangiran
Ø 1996. UNESCO mendaftarkan Sangiran sebagai Warisan Budaya Dunia di Daftar Warisan Dunia sebagai Sangiran Early Man Site.
Ø 2011. Museum saat ini dan pusat pengunjung dibuka oelh menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada tanggal 15 Desember.
Ø 2012. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengunjungi museum pada bulan Februari dengan didampingi 11 menteri kabinet.
Sangiran selam dekade sebelum modern yang berfungsi dengan baik sebagai museum dan dibuka pada Desember 2011. Gedung baru sebuah museum modern, berisi tiga ruangan utama dengan menampilkan luas dan diorama mengesankan daerag Sangiran yang diyakini sekitar 1 juta tahun yang lalu. Beberapa pusat lainnya berada di bawah konstruksi serta awal 2013 sehingga pada 2014 diharapkan akan ada empat pusat yang berada di tempat berbeda dalam keseluruhan sirus Sangiran. Empat pusat direncanakan adalah :
·        Krikilan : situs yang ada dengan pusat pengunjung utama dan museum
·        Ngebung : Mengandung sejarah penemuan situs Sangiran.
·        Bukuran : Untuk memberikan informasi tentang pemenuan fosil manusia  prasejarah di Sangiran
·        Dayu : Untuk menyajikan informasi tentang penelitian terbaru.


Museum saat ini terbagi menjadi tiga ruangan utama. Berikut ruangannya :
1.     Berisi sejumlah diorama yang memberikan informasi tentang manusia purba dan hewan yang ada disitus Sangiran sekitar 1 juta tahun yang lalu.
2.     Ruangini lebih luas menyajikan banyak bahan rinci tentang berbagai fosil yang ditemukan di Sangiran dan tentang sejarah eksplorasi disitus.

3.     Dalam presentasi yang mengesankan terpisah, berisi diorama besar yang memberikan pandangan seluruh wilayah Sangiran 

1 komentar:

  1. Akan lebih baik jika laporan ini disertai foto pendukung. Coba pelajari bagaimana menuliskan PT. Sritex!

    BalasHapus