Kamis, 31 Maret 2016

Cinta yang Akan Datang Dihari Senja

          Hari ini adalah hari yang baru untuk hidupku. Kenapa ini kusebut hari yang baru? Karena ini hari dimana aku masuk dalam jenjang sekolah yang lebih tinggi. Banyak hal yang aku persiapankan untuk menempuh jenjang sekolah yang lebih tinggi. Banyak hal yang aku pelajari dari semua kegiatan yang aku lakukan sebelum aku mengalami ini. Hal kecil yang berhargapun aku alami.
          Hingga pada sore hari yang cerah aku pulang dari kegiatan rutinitasku. Aku berjalan pulang menuju gerbang dengan sendiri. Namun dalam batinku aku berkata
          “Aku hanya berjalan sendiri. Mengapa teman cewek dan cowokku yang belum lama kenal bisa berjalan berdampingan bersama dengan asyiknya?” Tanyaku dalam hati
          Akupun tetap melanjutkan perjalanan pulangku dengan menaiki kendaraan umum sambil melupakan kejadian yang tadi aku lihat. Sampai pada suatu daerah ada seorang gadis yang akan melarikan diri dari siksaan sang ayah. Gadis itu bersih keras ingin naik angkutan yang aku tumpangi. Dalam benakku aku ingin membantunya pergi dari situ namun aku hanyalah penumpang yang tidak tahu apa yang sedang menjadi permasalahan kelurga itu. Sopir dari angkutan umum itupun melerai dari pertikaian itu. Hingga sang gadis itu turun dan menemui bapaknya.
          Hari yang kulewati sangatlah cepat. Hingga aku mengenal seorang cowok yang tampan dan baik hati. Dia begitu rupawan nan menawan. Aku tak bisa berkata banyak tentang cowok itu sebab dia hanyalah temanku. Sebatas teman yang aku kenal seperti aku mengenal teman – temanku yang lain. Hingga pada suatu hari ada seorang teman cewekku bernama Veronica dia berkata kepadaku.
          “Tatapan mata cowok itu sangat tajam dalam melihatmu.” Pernyataan dari temanku
“Tidak. Dia tidak melihatku melainkan melihat pemandangan yang indah disana. Itu hanya perasaanmu saja teman. Masak iya menatapku dengan tajam?” Balasanku.
“Benar aku tidak berbohong. Dia benar – benar menatapmu dengan tajam percayalah kepadaku.” Jawabnya
Namun, aku tetap tidak percaya dan aku berpikir bahwa mana mungkin dia melihatku dengan tajam. Aku hanyalah murid yang biasa saja tidak ada yang lebih dariku layaknya anak SMA pada jaman sekarang. Dengan penampilanku yang begitu sederhana mana mungkin dia dapat melihatku dengan tatapan yang tajam. Ketidak percayaanku muncul dan aku berpikir bahwa dia adalah temanku yang aku kenal saat SMA ini.
Aku tidak percaya sebab dia adalah cowok yang cukup dikenal di sekolah ini. Siapa yang tidak tahu dirinya. Anak organisasi yang hitz. Kerupawan dan kebaik hatiannya yang membuat dia terkenal. Disisi lain tetapi dia terlalu cari perhatian terhadap cewek yang cukup cantik. Walaupun begitu dalam benakku aku mengaguminya diam – diam. Tidak ada temanku yang tahu bahwa aku mengaguminya. Hanya dirikulah yang tahu. Disitu aku mulai mencari banyak hal tentangnya. Dari hal yang disukainya hingga hal yang dibencinya. Alamat rumah, cita- cita hidupnya, dia punya berapa saudara, dari keluarga yang bagaimana aku berusaha mencari tahu dan waktu dulu masih SMP dia bagaimana. Aku banyak bertanya dengan teman sekelasku yang dulu pernah satu SMP dengannya.
Ternyata dia baik hati orangnya dan cukup pintar. Menurutku juga dia orangnya tidak suka sombong, konyol, dan suka bercanda. Namun, dia kurang begitu serius dalam menghadapi masalah. Ada hal buruk yang sering dia lakukan. Sampai suatu saat aku mulai berbicara dengan temanku.Teman yang aku percaya bisa menjaga rahasia semua privacyku. Aku bertanya dengan temanku
“Veron? Aku mau tanya sama kamu. Kamu pernah bilang kepadaku bahwa dia pernah melihatku dengan tatapan tajam. Iya bukan?”
“Iya. Bagaimana Icha?” Jawab Veron
“Aku berusaha untuk mencari tahu tetangnya Veron. Namun, aku baru cerita denganmu sekarang. Aku sebenarnya mengaguminya. Sebelum kau bilang seperti itu kepadaku, aku sudah kagum dengannya sebelumnya. Namun, aku tidak percaya dengan perkataanmu. Sebab aku tidak ingin terluka hanya aku terlalu berharap dan kepedean. Aku ingin menjadi pemujanya yang hanya diketahui kita dan Tuhan.” Jelasku
“Apa? Kau mengaguminya? Terlambat Icha. Kenapa kau baru bicara sekarang setalah berapa bulan kita sekolah disini. Aku berkata denganmu sudah sejak kapan Icha? 5 bulan yang lalu aku berkata denganmu. Baru sekarang kau berkata itu kepadaku?” Tanya Veron
“Kenapa kau kaget Veron? Aku ingin hanya aku yang tahu bahwa aku mengaguminya. Aku tidak ingin banyak orang yang tahu dan dia menjauh dariku. Tidak banyak orang yang taupun sikap dia kepada sangatlah biasa. Bagaimana dengan banyak orang yang tahu? Mungkin dia bisa menjauh dari hidupku. Aku sangat tidak ingin itu Veron.” Jawabku
“Tapi Icha..... Kamu terlambat.” Jelas Veron
Aku menjawab “Maksud kau terlambat bagaimana? Apakah dia sudah memiliki pasangan yang jauh lebih dariku? Terlambat bagaimana Veron?
“Beberapa bulan ini dia dekat dengan cewek sekelasnya. Kata teman – teman sekelasnya mereka berdua sangatlah akrab dan penuh kemistri. Di dalam kelas mereka sering berdua hingga pernah mereka berdua foto bersama lalu diupload dalam facebook dan line. Aku sebenarnya juga ingin mengatakan ini kepadamu. Tapi aku melihatmu baik – baik saja tanpa kabarnya aku pendam saja semua ini.” Jawab Veron dengan wajah yang merasa bersalah dan kecewa.
“Apakah bener yang kau bicarakan barusan terhadapku Veron? Aku tak percaya itu. Aku belum melihat foto itu dan aku juga belum melihat mereka berdua berjalan bersama ataupun berbicara bersama dengan asyiknya.” Aku menjawab dengan perasaan yang penuh teka – teki.
“Ini dia dan cewek itu. Menurut aku mending kamu sudah saja mengaguminya. Apa kamu tidak sakit jika melihat hal seperti ini? Dia begitu mudahnya mendapatkan perhatiannya sedangkan kamu yang sudah berbulan – bulan mengaguminya tidak ada tindakan yang progress darinya. Sudahlah Cha cari yang lain dan lupakan dia.” Jelas Veron sambil memperlihatkan foto itu
“Tidak Veron aku akan terus berusaha. Aku tidak ingin menyerah begitu saja.” Jawabku dengan penuh semangat.
“Tapi Icha..... Ya sudah. Kalau maumu  begitu. Aku akan berusaha untuk membantumu dalam mencari informasi tentangnya.” Jelas Veron
“Terimakasih Veron kau sudah mau membantuku.” Jawabku dengan wajah ceria namun sedih juga.
Hingga pada suatu saat dia benar – benar dengan seorang cewek berjalan bersama dan bersandau gurau dengan bahagianya. Aku belum begitu percaya. Aku harus mencari banyak bukti yang memperkuat kejadian itu.
Adanya kejadian itu aku langung bercerita dengan Veronica.
“Verron, aku kemarin melihatnya dengan wanita lain dengan as berjalan bersama dan bersandau gurau dengan bahagianya. Aku belum begitu percaya. Aku harus mencari banyak bukti yang memperkuat kejadian itu.
Adanya kejadian itu aku langung bercerita dengan Veronica.
“Verron, aku kemarin melihatnya dengan wanita lain dengan asyiknya” Tanyaku kepada Veron.
“Apa? Benarkan kataku sebelumnya?” Jawab Veron.
“Akun belum percaya dengan hal itu. Aku akan mencari banyak bukti lahi. Aku tidak akan menyerah begitu saja.” Sanggahku kepada Veron.
“Tapi Icha dia sudah jelas – jelas dengan perempuan lain. Ayolah... kita berpikir ke depan. Tenaga untuk berpikir hal yang lebih bermanfaat dibanding mengurusi dia yang tidak tau diurusi.” Tegas Veron.
“Tidak aku akan terus berusaha.” Jawabku sembari pergi dari Veron. Aku berpikir bahwa itu adalah kebetulan semata.
Hari demi hari berlalu. Namun, aku tidak melihat dia bersama cewek itu ataupun cewek lainnya. Aku bergumam dalam hati.
“Menurutku kejadian itu memang kebetulan semata saja. Nyatanya aku tidak melihat dia dengan wanita itu lagi. Aku tidak banyak dalam menaruh harapan kepadanya. Aku hanya ingin dia tau apa yang aku rasakan selama ini.”
Hingga pada suatu hari aku mendapat kebahagiaan yang amat. Kebahagiaan itu adalah adalah dapat duduk berbersebelahan dengannya. Hanya aku yang tau, apa yang aku rasakan saat itu. Disitu banyak teman – teman yang sedang bersendau gurau. Aku tidak memperlihatkan kegrogianku terhadapnya. Hingga pada suatu ketika aku dapat tertawa bersamanya tanpa memikirkan betapa besar harapanku padanya.
Lambat laun waktulah yang menjawab. Bagaimana mungkin dia respek kepadaku. Setelah berapa lama aku mengaguminya. Dia menunjukkan sifat kepeduliannya kepadaku. Entah bagaimana cara waktu menyampaikan itu kepadanya. Aku masih belum percaya.
Suatu saat diabercerita dengan teman laki – lakinya yang membuatku sangat terkejut mendengar hal itu. Dia berkata bahwa
“Sebenarnya aku mengagumi Icha sejak lama. Tapi Icha terlihat biasa saja kepadaku bahkan seperti tidak menaruh harapan kepadaku. Maka dari itu aku mengalihkan harapanku kepada orang lain. Tapi aku tetap belum bisa. Aku juga tahu waktu Icha melihatku dengan teman cewekku. Dia terlihat biasa saja.”
Itulah pernyataan dia kepada temannya yang membuatku terkejut. Namun, aku berusaha tetap bersikap biasa. Diapun tetap bersikap perhatian kepadaku dan aku membalas dengan semestinya.
Akupun tidak menyangkangka saat hari ulang tahunku tiba. Tidak seorang yang mengucapkan pagi – pagi untuk mengucapkan itu. Sampai di sekolah teman – temanku bersikap seperti tidak terjadi apa – apa. Tetapi dalam hati merasa bahagia karena tidak ada ritual yang seperti biasanya. Namun, kejutan itu terjadi saat kita plang sekolah.
Aku tidak sengaja pulang akhir karena ada tugas yang harus aku selesaikan pada hari itu. Setelah selesai itu aku langsung bergegas menuju tempat parkir dan mengambil sepedaku. Tetapi tiba – tiba teman – temanku menangkapku dari belakang dan mengikat tanganku hingga aku tidak bisa berkutik. Aku dibawa ke tempat parkir dan aku diikat ketiang. Banyak air yang tumpah kebadanku, tepung beserta telur juga tidak lupa diikutkan. Betapa kotornya baju dan badanku. Ketika teman – temanku sudah puas melakukan hal itu. Keluarlah dia dengan membawa kue bertuliskan I LOVE YOU. Itu adalah rencananya. Aku tidak bisa berkata apa – apa pada saat itu.
Aku sangat tidak menduga kejadian ini. Tidak terbersit sedikitpun tentang kejadian itu dipikiranku. Aku sangat tidak menduga ini. Hingga pada akhirnya kita dapat menjalani hidup seperti apa yang kita inginkan.
                                                SELESAI


1 komentar:

  1. OK, begitulah lebay-nya anak muda sekarang hidup hanya main cinta gombal. Mengapa Anda tidak berani keluar dari masalah biasa, misalnya menentang model ulang tahun yang "sangat jahiliah", keluar dari mainstream anak muda sekarang dengan visi yang jelas, lebih TERHORMAT!

    BalasHapus